Setelah 2019

Sedih ketika memulai tahun 2020. Memang ketika memulai  memulai tahun 2020 kita merayakannya dengan semangat. Tetapi setelah itu, masalah mulai muncul bergantian. Seperti banjir di Jakarta, ancaman perang Amerika dan Iran, kebakaran hutan di Australia, hingga pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 menyebabkan penyakit yang menyerang pernapasan. Pengaruhnya yaitu demam, pilek, dan batuk-batuk. Tapi itu masih pengaruh kecil sihh pengaruh lainnya lebih banyak dong. Penyebaran virus Covid-19 yang mudah menyebabkan banyak orang yang rentan dengan virus tersebut. Mulai banyak negara di dunia ini yang melakukan isolasi mandiri di masing-masing negara.

Di negaraku, Indonesia juga menggunakan isolasi mandiri hingga membuat banyak kegiatan sehari-hari dilakukan di rumah. Termasuk kegiatan sekolah yang dirubah bisa dilakukan di rumah. Siswa diberi tugas oleh guru lewat situs web, seperti di sekolahku, SMAN 1 Kota Proboliggo menggunakan aplikasi Google Classrom, Zoom, dan YouTube.

Memang, ketika mulai menerapkan kegatan di rumah, kita sebagai siswa senang karena setiap harinya seperti hari libur. Namun setelah hampir 7 bulan mulai dari Maret 2020, kita mulai merasakan banyak masalah yang dihadapi selama kegiatan di rumah.

Selama pandemi tersebut banyak masalah yang muncul, seperti pemecatan kerja dan masalah kesehatan yang dibahas selama pandemi ini. Banyak orang yang merasakan kesusahan selama pandemi itu. Namun, di tahun 2020 banyak informasi baru yang diperoleh.

Ada banyak informasi sing menyebar, namun tidak semua informasi yang diberikan itu benar. Selama pandemi Covid-19 ada banyak berita kontroversi. Yang membuat masyarakat umum risuh. Ada banyak berita kontroversial selama pandemi Covid-19 dimulai dari berita tentang pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan lain-lain. Berita tersebut ada di media sosial kita selama tahun 2020. Kadang kala membuat aku malas, namun juga ada banyak yang menarik sih.

Biasanya aku waktu pandemi itu kegiatan setiap hari itu beda banget sama tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya aku masih sekolah langsung ke sekolah, di pandemi sekolah diadakan daring/online. Jadi, kegiatan yang dilakukan juga beda.

Biasannya ketika pagi aku menolong orang tuaku untuk buka toko di pasar. Pasar ditutup ketika awal pandemi, namun sekitar  seminggu pasar dibuka kembali oleh pemerintah daerah, yaiku Kota Probolingo. Meskipun masih menggunakan syarat aturan protokol kesehatan kayata menggunakan masker, mecuci tangan, dan menjaga jarak. Tapi, masih banyak yang tidak nurutin protokol kesehatan sih :)

Ketika sudah buka toko di pasar. Di pagi harinya aku juga ikut kegiatan sekolah yang dilaksanakan dengan online. Biasanya ketika sekolah, guru memberi daftar kehadiran online dan memberi materi pembelajaran. Biasanya tinggal absen terus lihat materi sekaligus melihat tugas yang dikasih tenggat waktu untuk mengerjakannya. Dan yaaa kebanyakan aku sihh.:0 Nanya ke tematema n dulu. Terus baru aku lihat tugasnya:))) 

Selama pagi sampai malam aku biasanya belajar materi dan mengerjakan tugas yang dikasih guru. Dan yaa tentunya dengan diselingi berbagai macam kegiatan lainnya dong... Kadangkala aku juga mennjaga toko. Ketika diberi tugas, aku nyoba tepat waktu sesuaitenggat waktu yang diberikan. Meskipun kadang-kadang pelajaran yang diberikan nggak ngerti juga materinya.

Selama pandemi Covid-19 ini, kebanyakan sih kegiatan yang dilakukan sih kaya main hp lihat Youtube, Instagram, game, lan liya-liyane. Banyak ngelihat konten-konten yang ada di media sosial siihh. Dimulai dari konten pelajaran sampai hiburan. Ya banyak konten hiburan yang ditonton. Aku mulai suka nonton konten hiburan  kayak video stand up, podcast, olahraga, dll.

Oke itu beberapa kegiatan keseharianku setelah tahun 2019. Yang agak-agak beda dari tahun-tahun sebelumnya. Yang membuat banyak rencana orang-orang sebelumnya jadi berubah. Alias bikin kacauuuu. Kalau sekarang sih masih di masa paandemi, tapi udah mulai agak bebas dan orang-orang mulai hidup di dunia yang katanya baru (((New Normal))). Oked sekian dan terima kasih...